5 Negara dengan penduduknya Paling Malas Di Dunia

Rasa malas merupakan masalah yang terus berkembang dalam dunia
modern, di mana begitu banyak hal dapat dilakukan dari kenyamanan kursi
atau bahkan tempat tidur Anda. Ini membuat aktivitas fisik kerap
disingkirkan.Meskipun
isu ini paling menonjol terdapat di negara-negara berkembang, namun
masalah tersebut tidak eksklusif kepada orang Barat saja dan telah
menjadi isu dalam berbagai macam negara di seluruh dunia untuk alasan
yang berbeda.
seperti dilansir situs The Richest.com, 24 Maret lalu. Globalisasi
telah memungkinkan adanya pembelian dan mengonsumsi makanan olahan di
seluruh planet ini, yang memberikan kontribusi untuk obesitas sebagai
masalah dunia. Selama beberapa dekade terakhir, kondisi mengkhawatirkan
ini telah menjadi sorotan.
Tapi masalah ini biasanya kerap dikaitkan dengan makanan daripada dengan melakukan aktivitas.Sementara
itu, banyak negara hanya menerapkan kebijakan dan sistem dalam upaya
untuk mengatur aspek gizi dalam mengatasi masalah itu. Tetapi mereka
hanya melakukan sedikit hal untuk mempromosikan aktivitas fisik sebagai
pentingnya menciptakan gaya hidup sehat.
Pada 2012, jurnal medis
terkemuka The Lancet merilis sebuah studi mengukur aktivitas melalui tes
dan survei mencakup 122 negara. The Lancet menggunakan data dari
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menentukan negara paling aktif
secara fisik dari terendah hingga tertinggi.
Berikut 5 Negara dengan penduduknya Paling Malas Di Dunia :
1. Malta
Hampir satu perlima
kematian di pulau Malta dikaitkan dengan aktivitas fisik yang kurang
alias malas. Lebih mengejutkan lagi, sekitar 71,9 persen penduduk di
negara itu dilaporkan tidak terlalu aktif.Kecenderungan
dari adanya keadaan tidak aktif ini disalahkan terutama dengan adanya
ketergantungan pada mobil dan peningkatan penggunaan komputer di negara
itu.
Pada Februari 2012,
setelah The Lancet menerbitkan laporannya, pemerintah Malta menulis
sebuah strategi dengan tujuan menghentikan dan membalikkan krisis
obesitas dengan menggabungkan instrumen ekonomi yang memotivasi pilihan
gaya hidup sehat ( seperti halnya subsidi pangan dan insentif pajak
perusahaan ) dengan prakarsa lokal yang bertujuan kepada sektor
pelayanan kesehatan, masyarakat, sekolah dan tempat kerja regional.
2. Swaziland
Swaziland merupakan
negara dengan penduduk paling malas kedua di dunia. Sebagai salah satu
negeri terkecil di Afrika, 69 persen penduduk Swaziland dikatakan tidak
aktif.Negara ini
terkena secara krisis dampak dari HIV/AIDS, sehingga kebijakan kesehatan
terutama diarahkan pada mengelola epidemi itu.
Akibatnya, masalah
kemalasan bukan menjadi perhatian utama. Dengan anggaran yang rendah dan
menyusutnya infrastruktur habis, merupakan tantangan bagi sistem
kesehatan Swazi untuk memberikan perawatan, apalagi untuk mengembangkan
kampanye menekankan pentingnya latihan fisik.
3. Arab Saudi
Selama tiga puluh tahun
terakhir, gaya hidup warga Arab Saudi telah berubah secara drastis. Ini
membawa penurunan aktivitas fisik.Dikatakan
68,8 persen penduduk Saudi tidak aktif. Di Timur Tengah, terjadi
peningkatan angka kematian akibat penyakit jantung iskemik pada tahun
2020 dibandingkan dengan tahun 1990. Ini diperkirakan menjadi yang
tertinggi di dunia dengan kenaikan 146 persen untuk perempuan dan
peningkatan 174 persen untuk laki-laki.
4. Serbia
Sekitar 58 persen dari
semua penyakit tidak menular di Serbia dikaitkan dengan penyakit jantung
dan tiga persen sebab masalah diabetes. Ini jelas bahwa masalah
aktivitas fisik bertanggung jawab untuk sebagian besar penyakit dan
kematian di Serbia.
Pemerintah Serbia telah
mengambil tindakan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya diet
yang sehat, dan baru-baru ini saja pemerintah mulai memusatkan perhatian
pada mempromosikan gaya hidup aktif.Kemalasan
di kalangan perempuan Serbia mencapai angka mengejutkan yakni 76
persen, melebihi negara lain. Sementara sekitar 68,3 persen penduduk
Serbia dikatakan tidak aktif.
5. Argentina
Dengan memiliki tim sepak bola internasional ternama di dunia, Argentina sering dikaitkan dengan aspek olahraga.Namun
dalam kenyataannya, sebuah proporsi mengejutkan menyebut penduduknya
dianggap malas. Kelompok penduduk yang dikatakan tidak terlalu aktif ini
adalah kaum wanita dengan status ekonomi rendah.
Tetapi laki-laki dan anak-anak juga sangat terpengaruh.Sejak
2008, pemerintah Argentina telah bekerja untuk melawan angka kemalasan
ini dengan memperkenalkan kebijakan untuk meningkatkan dan mendorong
kegiatan sehari-hari, olahraga dan gaya hidup sehat.